Cast:
~ park hye rin
~ park jung soo as leeteuk
~ kim ryeo wook
~ Shin dong hae
~ kim seo hyun
~ park chae jin
~ kim heechul as heenim
Hye rin merutuk-rutuk dijalan sambil memasang muka masam. Dia tidak menyangka bahwa teman masa kecilnya *sekaligus cinta pertamanya* tersebut tidak mengenalnya lagi? Apa wajahnya berubah? Ah, itu tidak mungkin. Lalu kenapa dia tidak mengenalnya lagi? Ingatannya melayang, mengingat kejadian 10 tahun yang lalu,
*Flahsback*
Seorang gadis kecil yang berumur 6 tahun berlari menuju taman kota dan diikuti oleh kedua orang tua juga kakaknya.
“Hye rin-ah”
Gadis kecil yang bernama Hye rin itu menengok ke arah suara yang memanggilnya. Senyumnya langsung mengembang saat tahu siapa yang memanggil namanya. Gadis itu berlari ke arah ibunya.
“omma, aku mau bermain bersama dia” ujar Hye rin seraya menunjuk seorang namja kecil yang memanggil nama Hye rin.
“ye”
Hye rin langsung melesat menuju namja yang memanggil namanya tadi.
“ Wookie oppa” katanya sambil melambaikan tangan. Namja itu juga melambaikan tangan,
“kemarilah”
Hye rin langsung berlari dan duduk di ayunan sebelah namja tersebut. Hye rin sedang mengatur nafasnya karena berlari dengan semangat.
“kau kenapa?” tanya namja itu khawatir
“aniya, oppa”
“kau mau aku dorong bermain ayunan?”
“ne oppa”
Namja itu berdiri dan mendorong ayunan Hye rin. Gadis kecil itu tertawa riang dan sangat bahagia.
*Flashback end*
“Hye rin-ah?!”
Sebuah suara memanggil Hye rin sontak membuatnya berbalik dan melhat siapa yang memanggilnya. Ternyata dia adalah Shindong si “beruang kutub” yang berlari-lri mengejarnya.
“Shindong-ah! Apa yang kau lakukan?”
“huh,,huhh,huh,,dari tadi aku mengejarmu, dasar babo!”
“kalau kau tahu aku babo kenapa kau masih mengajarku?”
Hye rin berjalan lagi dengan santainya dan meniggalkan Shindong sendirian.
“YA! Hye rin-ah! Tunggu aku!
“baiklah, cepat sedikit!” cerocos Hye rin kepada sahabt gembulnya itu.
Mereka berjalan menuju ke Namsan High School. Dalam perjalanan mereka berdua hanya diam.
“Hye rin-ah? Apa kau baru jatuh tadi?” melihat pakaian Hye rin.
“mworago?! Aniya!” Hye rin baru menyadari bahwa bajunya kotor saat hampir di tabrak dan pingsan oleh Ryeowook.
“lalu kenapa bajumu kotor?”
“emm, ah, aku memecakan pot bungan, iya memecahkan pot bunga jadi bajuku kotor”
“bukankah dirumahmu tidak ada pot bunga ya?” tampang bloon
“iya, aku memecahkan pot bunga tetanggaku.”
“Akh kau ini memang babo dan ceroboh, hati hati lain kali”
Untunglah batin Hye rin. Shindong tidak bertanya macam macam. Kalau dia sampai tahu, tamat riwayatku. Shindong pasti akan mengadu pada oppanya.
“kau sudah mendengar akan ada murid baru di kelas kita?”
“hah? Murid baru? Dia seorang namja atau yeoja?”
“menurut kabar burung yang aku dengar kalau dia itu seorang namja?”
“wahhhh~ dia seorang namja, apa dia tampan.?”
“kau ini biasa, setiap membicarakan seorang namja, pasti kau selalu bertanya ‘apa dia tampan?’”
“itu berarti aku normal” berkata sambil melotot.
“tapi kau itu tidak normal, weeeekkkkk~”
“hey kau! Awas ya!”
Dan terjadilah kejar-kejaran Tom&jerry.
-----------------------
KRINGGGGGG!
Bel masuk pelajaran pertama hari senin di kelas Xic adalah pelajaran Seni Hangul. Pelajaran yang paling hye rin senangi, karena tulisan hangulnya yang cukup baik membuatnya bia menulis Seni Hangul dengan cukup mudah. Tidak seperti biasanya Heenim sonsaengnim membawa seorang namja masuk kekelas dengan seragam sekolah lain. Wajahnya tidak jelek-jelek amat, malah terkesan manis itulah kesan pertama yang diterima oleh hye rin, jadialh dia senyum-senyum sendiri.
“hye rin-ah?! Kenapa kau senyum-senyum, apa kau sudah gila?”sergah chae jin yang sontak membuat hye rin terlonjak
“aniya, aku tidak gila, kalau aku gila pasti aku sudah ada di rumah sakit jiwa.”
“tapi gejala-gejala kegilaan sudah ada dalam dirimu hye rin-ah” sambung seo hyun.
“tapi aku tidak gila chingu!”
“ya, ya, aku hanya bercanda.” Kata seo hyun.
“Chae jin-ah, seo hyun–ah, apa menurut kalian namja itu tampan?”
“dia tidak setampan Hankyung oppa” ujar chae jin yang langsung melayang setiap membicarakan pacarnya tersebut.
“kau benar. Dan dia juga tidak semanis donghae oppa” seo yun membenarkan ucapan chae jin dan langsung melayang ke bulan.
“Ya baiklah, itu karena kalian sudah punya pacar.” Ngambek
“hye rin-ah, kamu tahu, kau pasti ingin punya pacar,” seo hyun mengerling pada chae jin.
“lalu apa maumu sekarang?” chae mengerti maksud seohyun.
“kemarilah”
Hye rin membisikkan apa yang dia mau pada kedua sahabatnya ini.
“MWO!” ucap chae jin dan Seo hyun bersamaan
“HEY KALIAN! Kenapa teriak-teriak saat pelajaran!” suara mengelegar Heenim sonsaengnim yang sangat memekakkan telinga itu terdengar sangat jelas.
“apa yang kalian bicarakan?” tatapan matanya yang sangst tajam itu seakan-akan menusuk jantung siapapun yang melihatnya.
“ti,tidak ada sonsaengnim,” jawab hye rin takut.
“lalu kenapa kalian berteriak?”mata Heenim seosangnim rasanya sudah mau lepas
“kami tidak akan mengulanginya lagi, jeongmal jwesonghamnida” ujar chae jin.
“baiklah untuk hukumannya, buat 5 kali salian hangul tentang sejarah di bangunnya kerajan silla! Kumpulkan lusa dimeja saya!”
“ne sonsaengnim” jawab hye rin dkk dengan lesu.
“sekarang perkenalkan teman baru kalian. Sekarang perkenalkan dirimu”
“annyeong hasimnikka, Shin Dong Ho imnida. Kalian bisa memanggilku Dong Ho. Manaseobangapsumnida.” Kata-kata namja yang bernama Dong ho itu menyentuh hati hye rin.
No comments:
Post a Comment