MY BESTFRIEND or MY BOY?
Author : Wookie’s Wife (FB : www.facebook.com/nahdhyerin.eternalmagnae)
cast :
-Lee Hyo rin
-Cho Kyuhyun
other cast (orang numpang ngeksis #plak) :
-Tiffany Hwang
-Lee Donghae
rating : G/PG-15
genre : Friendship,romance, humor gagal (?)
length: ONESHOOT
a/n
: mungkin akan ada banyak typo yang bertebaran, cerita yang bener-bener
ngawur dan alur yang tidak jelas.. sediakan plastik untuk mengeluarkan
isi perut jika merasa mual.. kkke XD mian kalo ceritanya mungkin engga
nyambung :D hehehe XD
oh ya, jangan lupa buad
ningalin jejak.. minimal LIKE lah..hargailah kerja keras author gagal
ini.. hehehe ntr author doain biar bisa ketemu biasnya.. wkkkk~
hampir semua POV punya Hyo rin hhe XD
Author pinjem cast dari Tuhan YME, Super Junior punya SMEnt, Super Junior punya orang tuanya dan readers.. EXCEPT, Kim RYEOWOOK & FF ini punya AUTHOR.. #ditempong readers pke duit #ditempongryeosom
HAPPY READING^^~~
FF REPOST DARI FACEBOOK ~ bukan ff plagiat ye :p
DON’TLIKE.. DON’T READ.. DON’T BASH.. don’t forget to RCL :D
PLAGIATOR GO AWAY!!
Disclamer : DONT COPY PASTE OR REMAKE THIS FANFICTION WITHOUT MY PERMISSION!!!
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kau yang selalu mengisi hari-hari ku selama 11 tahun dengan senyuman...
Kini aku hanya bisa merasakan senyumanmu dalam memoriku...
Kembalilah.. Dan buat aku tersenyum karena senyummu..
~*~
Busan,South Korea-January 19th 2006
*Hyorin POV*
Malam
ini aku terbangun seperti biasa karena mendengar appa dan eomma
bertengkar. Entah apa penyebabnya malam ini, tapi suara benda pecah
membuatku harus bangun. Sudah lama mereka tidak cocok. Bahkan semenjak
aku kelas 3 sekolah dasar. Namun sampai sekarang aku kelas 2 sekolah
atas, mereka tidak berpisah. Kadang aku berharap mereka berpisah saja.
Sehingga rumah ini kembali tenang seperti dulu. Mungkin karena mereka
asik bertengkar, mereka justru mengabaikannku. Membuatku merasa kurang
kasih sayang dan juga merasa diabaikan. Dan dari situlah aku menjadi
keras kepala dan juga sering menyendiri.
‘PRANG’
Kurasa
itu suara piring yang dibanting oleh eomma. Semua ini berawal saat
eomma menemui mantan pacarnya saat SMU, dan tidak sengaja appa
melihatnya. Dan mereka masih mengungkitnya sampai saat ini. Sudahlah..
aku ingin tidur. Tidak ada gunanya memikirkan tingkah mereka yang
seperti anak kecil.
#Next day..
Pagi ini aku membolos pelajaran Lee Sonsaengmin. Aku paling tidak suka dengan pelajaran matematika.
“ya!”
Aku merasakan seseorang menepuk pundakku dan duduk sebelahku. Aish.. kukira siapa.. ternyata..
“YAK! Dasar CHO KYU PRET, kau selalu mengagetkanku..” aku mengelus
dadaku pelan. Sedangkan namja setan disebelahku hanya meringis. Dia
menyandarkan kepalanya dibatang pohon ek yg ada dibelakangnya. Kami
duduk di bawah pohon ek tua yang ada di belakang sekolah. Banyak siswa
yang jarang kemari, menurut mereka disini banyak hantunya. Kupikir,
mereka saja yg percaya pada mitos tidak penting seperti itu.
“dari mana kau tahu aku disini?” tanyaku pelan. Angin semilir membuat
mataku mengantuk. Aku menatap kerumunan bunga dandelion yang
menggerombol di sebelah pohon ek.
“kau lupa atau
bodoh? Kita sudah bersahabat selama 11 tahun? Aish.. otakmu memang payah
Hyo rin-ah..” Kyuhyun berbicara dengan nada mengejek. Cih, berani
sekali dia mengataiku babo..
‘pletak’
Aku memukul kepalanya dengan bogem mentah dari tanganku yang sudah berlatih taekwondo selama 5 tahun, rasakan itu cho Kyu pret..
“aigoo.. appo..” Kyuhyun mengelus kepalanya.
“rasakan.. itu karena kau mengataiku babo.. wekk” aku mehrong
kearahnya. “eh? 11 tahun? Lama juga.. kenapa aku baru menyadarinya?”
“Apa kubilang. Kau ini bodoh!” dia tertawa lepas. Aku tersenyum kecil. Ada benarnya juga setan ini.
“ya..ya..ya aku bodoh. Kau puas?!” aku mengerucutkan bibirku.
“bukankah itu sangat lama! Bahkan kau saja sampai tidak ingat bahwa
kita sudah mengenal selama itu. Aigo.. lama sekali ya..” Kyuhyun mulai
bercerita tenatang masa lalu kami. Saat aku terjatuh dari pohon mangga
–ini sangat memalukan- dan saat Kyuhyun mencium pantat heebum. Aku hanya
bisa tertawa sambil memukul-mukul lengannya.
“hahaha.. kau masih ingat saat kau mencium pantat heebum? Hahaha..
heechul oppa sangat marah karena kau memperjakai heebum.. ahahaha”
“Ya! Aku tidak sengaja. Kau yang mendorongku kearah heechul hyung..
kebetulan saja sii heebum menghadap kearahku. Aish! Itu membuatku ingin
mutah!” Kyuhyun mengelinjangakan tubuhnya. Setan tampan ini memang
sedikit senang membuat sensasi, kalau saja aku menyebarkan berita ini
maka nasibnya sebagai “Setan tertampan seantero sekolah” akan berganti
menjadi “Setan pencium pantat kucing”.
“Salah siapa kau mengataiku gendut waktu itu!” Aku membalas perkataannya dengan mehrong.
“hei kau kan memang gendut!”
“ani! Aku hanya naik 3 kilo. Aku tidak gendut babo!”
“Sudahlah.. lagi pula itu sudah terjadi.. apa aku harus mengulanginya agar kau bisa diam?”
“Kau sendiriyang memulai Cho Setan pencium pantat kucing.. hahaha”
Terlihat
wajah Kyuhyun memerah. Dia pasti sangat malu dengan julukan barunya.
Ckckck. Sepertinya dia akan mengelitikku karena sebuah senyum evil
terukir dengan indah di bibirnya yang seperti pantat ddangkoma.
“apa kau mau memebuatku marah rin-ah?” senyumnya semakin lebar bahkan
seperti akan menelan wajahnya. Oh tidak.. 1..2..3..
“Lariiiiiii!” aku segera berlari menjauhi Kyuhyun sambil mehrong.
Terdengar teriakannya memanggil namaku. Cho Kyuhyun, sahabatku.
------------######----------
Alarm ponselku terus meraung memnta untuk dimatikan. Namun mataku belum
mau membuka dan juga badanku seakan tak mau digerakkan. Namu sebuah
tangan mengguncang tubuhku
“Rin-ah! Ppalli ireona! Ini
sudah jam 11 siang! Anak gadis jangan malas! Ireonaaa!” itu pasti suara
eomma. Aigooo.. aku baru tidur jam 4 tadi pagi. Aku mengantuk sekali.
“Eommaaa! Ini hari sabtu. Aku mau tidur sampai sore. “ jawabku sambil menarik selimut.
“baiklah. Eomma hanya mau bilang. Eomma mau pergi ke Incheon, jangan
cari eomma dan tidak usah beritahu ayahmu. Kalau kau lapar, masak
sendiri atau makan diluar. Uangnya ada ditempat biasa. Eomma pergi dulu.
Jaga rumah baik baik”
Aku tak tahu apa yang eomma katakan, namun aku hanya bisa menangkap kalau eomma ingin pergi.
Sudah lah. Aku mau tidur.
-*-
Angin berhembus pelan manerpa wajahku. Dress putih selutut yang kupakai
berkibar pelan, sedangkan rambut hitam sepunggungku yang kugerai
bergerak pelan. perlahan aku membuka mataku. Bunga-bunga dandelion
terhampar diddepanku. Aku menyebutnya sebagai bunga peri, karena saat
aku kecil aku sering membayangkan kalau ada seorang peri yang duduk
diantara bunga-bunga dandelion yang sedang terbang.
“Apa kau senang disini Rin-ah?”
Sebuah
suara mengagetkanku. Aku memutar tubuhku, mencari asal suara itu, tapi
aku hanya sendiri disini. Aku terus mencari disekelilingku, nihil,
benar-benar tak ada seorangpun disini.
”aku ada disini
rin-ah” sebuah suara muncul lagi, suara yang sama. Dan itu berasala
dari salah satu pohon yang berderat di sekeliling ladang buang ini.
Sekelabat bayangan samar berdiri dibelakang pohon itu, perlahan kudekati
orang itu. Namun seperti tertelan angin, orang itu sudah tidak ada. Aku
hanya menemukan sebuah kotak berhiasan yang dibungkus menggunakan
beludru biru. Sedikit penasaran aku mengangkat kotak kecil itu. Tanganku
bergerak untuk membukanya.
Sebuah liontin dengan
bandul bunga dandelion. Sebuah senyum mengembang dibibirku. Dan aku
merasakan seseorang mencengkram lenganku.
-*-
Aku terbangun dari tidurku. Nafasku sedikit tersengal dan keringat
membanjiri badanku. Mimpi barusan sedikit menegangkan. Padahal cukup
–yah- bagus. Tapi aku penasaran siapa orang yang mencengram lenganku.
Sudahlah, mungkin itu efek dari tidurku.
~ So Leadies, i know y’all fell me, them boys are always be bluffin’
Tryin’ to fell like they’re the man
Trying to be in control
Thinkin’ they’re always right, but they just don’t get it~
Ponselku
mengalunkan lagu Oops milik Super Junior, aish, siapa yang mengganggu
dipagi buta seperti ini. *padahal udah jam 2 siang =.=”* aku meraih
ponselku malas dan membaca siapa yang menelfonku. Ternyata sii setan
pencium pantat kucing.
“Yeoboseyo?”
“Genduttttt,
tumben kau sudah bangun.. aku mau mengajakmu jalan-jalan.. cepat mandi
dan ganti baju. Jangan lupa dandan yang cantik.. aku akan kerumahmu 15
menit lagi.. arraseo..”
‘bip’
Dia memutuskan
sambungannya begitu saja. Aish! Setan kurangajar. Aku melirik jam
dinding besar yang sengaja ku pasang langsung didepan dinding yang
berhadapan dengan kasurku. Jam 2 lebih. Awas kau setan pantat kucing!.
13 menit kemudian....
Aku
mengacak-acak seluruh lemari pakaianku. Aku mencari dress selutut yang
dibelikan eomma 1 tahun lalu, entah kenapa aku ingin sekali memakainya.
Namun aku malah menemukan fotoku dengan Kyuhyun sedang bermain dengan
kura-kura milik yesung oppa saat kami berumur 12 tahun. Siapa yang
menaruhnya disini. Ck. Aku terus mencoba mencari dress itu. Dan ternyata
ada di antara selimut yang eomma susun di rak lemari paling bawah.
Sekarang
Aku menatap pantulan diriku dicermin. Dress putih dan sepatu balet.
Sudah. Terdengar mobil Kyuhyun didepan rumahku. Aku sedera bergegas
turun. Kyuhyun baru saja membuka pintu mobilnya. Dia memakai kaos hitam
dan celana jeans yang juga berwarna hitam. Sebuah senyum setan
terpampang jelas diwajahnya yang penuh lubang seperti tertabrak meteor.
“Gendut, kau bisa berdandan juga... hahahaha” dia melepas kacamata hitam yang membingkai wajah setannya.
“Ya! Kau selalu mengejekku setan pencium pantat kucing” aku mendengus
kesal. Dia malah membukakkan pintu mobilnya untukku. Aku segera masuk
sebelum setan satu ini membuat moodku semakin jelek. Kyuhyun mulai
melajukan mobilnya meninggalkan rumahku.
Selama perjalanan
aku hanya diam. Aku hafal jalan ini. Jalan menuju sebuah pemancingan
dimana aku dan ayahku dulu sering sekali pergi memancing disini. Aku
menghela nafas panjang. Mengingat appa dan eomma selalu membuatku
menangis –saat sendiri- dan aku tak akan pernah menangis dihadapan setan
pantat kucing ini karena dia pasti akan mengasihani aku. Dan aku benci
itu!
“Rin-ah, aku ingin membawamu pergi keseuatu tempat yang kurasa kau belum pernah kau kunjungi”
Dia tersenyum setan lagi. Aish! Aku bosan melihatnya tersenyum seperti itu.
“Jangan pemancingan..”
“Aku tahu.. “
Aku
memperhatikan pemandangan yang aku lalui. Banyak sekali pohon-pohon
disini. Bahkan aku bisa melihat laut yang terbentang tak jauh dari sini.
“Cha... kita sudah sampai..”
Kyuhyun
menghentikan mobilnya. Kyuhyun melepaskan seatbeltnya dan bergegas
turun, aku juga melakukan hal yang sama. Sebuah pemandangan yang
mengejutkan. Aku merasakan sensasi dẻja vu.
Padang dandelion yang sama persisi seperti didalam mimpiku. aku
mengamati daerah sekeliling ladang ini, seretan pohon juga mengelilingi
daerah ini.
“Kyu, bisa kau menepuk pipiku?”
“Ha?” mulutnya mengangga lebar mendengar ucapanku.
“Ck, cepatlah”
Kyu menepuk pipiku cukup keras. Membuat pipiku memerah dan bekas tangannya tercetak dengan jelas di pipi mulusku.
“Ya! Kau ini mau memukulku ?” aku menatap Kyuhyun dengan sebal. Dia
malah mengerdikkan bahunya yang sangat lebar itu. Kini pandanganku
kembali terfokus pada ladang dandelion ini. Namun aku tak menemukan
pohon yang ada seperti ddidalam mimpiku.
“Ini adalah
tempat rahasiaku selanjutnya setelah pohon ek dibelakang sekolah.”
Kyuhyun melangkahkan kakinya menerobos ladang bunga ini, membuat
serpihan-serpihan dandelion melayang di udara seperti salju di musim
semi. Yah musim semi, musim yang sangat di sukai oleh Kyuhyun.
“Rin-ah kemarilah” Kyu melambaikan tangannya padaku. Ku lakukan hal
yang sama seperti apa yang dilakukan Kyuhyun. Berlarian dipadang bunga
dandelion. Aku berjalan mendekatinya, tiba-tiba dia memelukku dengan
erat.
“Kyu.. wae?”
“Biarkan semenit saja aku memelukmu, kumohon”
Aku
mebiarkannya memelukku. Pelukannya sarat dengan kesedihan. Aku
merasakan pundakku basah. Apakah setan ini menangis? Kyuhyun menangis?
“Kyu...” aku memanggil namanya pelan.
“Mianne,, mianne.. aku.. aku tidak memberitahumu lebih awal.. mianne”
Kyuhyun
mulai terisak dalam pelukanku. Tubuh kurusnya bergetar sesekali. Aku
mengelus punggungnya yang lebar. Dia terus menangis.
“Kyuhyun-ah.. uljima.. aigooo.. kau sudah besar.. jangan menangis..
uljimaaa” aku menpuk punggungnya sedikit keras, membuatnya melepaskan
pelukannya.
“Rin-ah, kau mau memaafkanku?”
“tentusaja, bahkan kau tidak meminta maafku aku selalu memaafkanmu” aku mencoba bercanda dan tersenyum.
“Tapi..”
“Aish, sudahlah.. memangnya ada apa? Bahkan kau sampai menagis? Apa kau
mau meminta maaf atas semua kejahilanmu?” aku melipat kedua tanganku
dan melotot kearah Kyuhyun. Dia hanya tersenyum miris. Kini aku
menatapnya dengan sedih.
“Kyuhyun-ah.. ada apa? Kenapa
sikapmu sangat aneh?” sejujurnya aku sedikit frustasi dengan Kyuhyun
yang berubah jadi seperti ini, kemana perginya cho Kyuhyun yang selalu
mengakui dirinya orang paling tampan?
“ya! Cho
Kyuhyun.. kau kenapa?” aku mulai meninggikan suaraku. Dia hanya
memandangiku lekat. Mulutnya tak berbicara, namun matanya seakan
berbicara kalau dia sedang sedih dan tertekan.
“rin-ah, aku..” Kyuhyun menundukkan kepalanya dan mulai menangis.
Tiba-tiba dia merengkuhku kembali dalam pelukannya. Aish! Dia ini kenapa
jadi cengeng!
“kau ini kenapa Kyuhyun-ah?”suaraku mulai melunak.
“Aku akan pindah ke Paris, besok penerbangan ke 3 jam 9 pagi..”
DEG!
Pindah? Paris? Tidak-tidak.. ini pasti mimpi.l tidak mungkin. Aku melepaskan pelukan Kyuhyun.
“katakan kalau semua ini bohong Cho Kyuhyun! Katakan kalau kau sedang
bohong!” aku mengguncang pundaknya. Dia hanya menangis dan menangis.
“Mianne..”
#Next Day *January 21st 2006
Aku masih meringkuk didalam selimut tebalku. Semalaman aku terus
menangisi Cho Kyu pret sialan itu. Kenapa setan itu. Kenapa dia tidak
memberitahukan tentang kepergiannya? Rasanya aku ingin sekali menangis
membayangkan kalau cho Kyu pret itu pergi dan aku akan sendirian disini.
Walaupun ada eomma dan appa, tapi mereka bahkan sepertinya tak penah
mengganggapku ada.
‘Ting tong’
Samar
aku mendengar bel rumahku berbunyi, siapa yang bertamu di hari minggu
pagi seperti ini. Aku menyeret kakiku dengan malas menuju kamar mandi
untuk membasuh muka dan gosok gigi. Aku melirik pantulan wajahku di
cermin. Buruk sekali! Kantung mata sebesar bola bekel dan wajah yang
amburadul. Semua ini gara-gara Cho Kyu pre sialan itu! Aku bergegas
membukakkan pintu untuk tamu itu.
Seorang gadis
berdiri dengan koper dan dress pink bermotif kotak-kotak dan kardigan
pink yang senada dengan sepatunya. Dia melepaskan kacamata yang
membingkai wajahnya.
“Fany unnie!” aku menghambur kearah Tiffany unnie. Sepupuku yang baru pulang dari Paris.
“Bogoshiposo..” dia membalas pelukanku erat.
Aku
melepaskan pelukanku dan mengajakknya masuk kedalam kamar tamu. Aku
sengaja tak mengajakkanya kekamarku karena aku mengacak-acaknya semalam
gara-gara memikirkan Kyuhyun. Anak itu!
“apa kau habis menangis rin-ah?” tanya tiffany unnie setelah dia tiduran di atas kasur.
“Anio..” ucapku berbohong.
“Ya! Kau bohong, cepat cerita padaku.” Tiffany unnie mensejajarkan duduknya denganku. Baiklah, aku akan bercerita.
“jadi..” aku menceritakan semuanya pada unnieku. Perlahan airmataku
turun. Kini tangisanku berubah menjadi sebuah isakan yang memilukan.
Kyuhyun, harusnya kau tak pergi! Aku benci padamu!
Aku mencoba menghentikan tangisanku, namun itu tak berhasil. Dadaku semakin sesak memikirkannya.
‘Ting Tong’
Bel rumah berbunyi lagi. Aku segera menghapus airmataku dan akan bergegas membuka pintu. Namun tiffany unnie menahan tanganku.
“Biar aku saja” katanya. Aku hanya menurut.
--
Tiffany membuka pintu rumah. Kyuhyun berdiri didepan sambil menenteng sebuah kado berukuran sedang.
“Kyu? Ada apa?” tanya Tiffany.
“Noona *anggep aja fany lebih tua dari Kyuppa :D* tolong berikan ini
pada Hyo rin, aku harus pergi, dan jangan beri tahu Hyo rin kalau aku
kemari. gamsahamnida” Kyuhyun menyerahkan kado itu dan bergegas pergi.
--
“Rin-ah, ada sesuatu untukmu” tiffany unnie kembali dengan sebuah kado
yang ukurannya tidak terlalu besar. Aku menerimanya dengan sedikit ragu.
“dari siapa?” tanyaku.
“mollayo, kau tidurlah dulu supaya pikiranmu bisa tenang. Kau bisa
menceritakan lagi nanti setelah hatimu tenang, arraseo?” fany unnie
tersenyum manis, aku hanya menggangguk dan mulai melangkah keluar dari
kamarnya.
“Ah iya, jangan terlalu pikirkan Kyuhyun. Mungkin itu yang terbaik rin-ah”
Kata-kata
fany unnie terasa menusuk jantungku. Membuatku berhenti terpaku tanpa
melihat kearahnya. Yah. Harusnya aku membenarkan kata-katanya, ini yang
terbaik untuk Cho Kyu Pret sialan itu.
“Eoh unnie, harusnya seperti itu”
Aku
bergegas pergi menuju kamarku dan membanting pintu cukup keras, mungkin
akan membuat kaca dirumah ini pecah. Sejenak aku tertegun pada kado
yang ada di dalam dekapanku. Kado yang dilapisi dengan kertas putih dan
pita biru. Aku menggoyangkannya sejenak. Ada bunyi benda yang
berbenturan. aku duduk di sofa bermotif kotak-kotak merah dan putih,
kembali memandangi kotak itu dan menerka apa isinya.
“kira-kira apa isinya?”
Aku
merobek pembungkus kotak itu sedikit kasar. Aku membuka kardus
pembungkusnya pelan. ada sebuah boneka teddy dan kotak kecil yg
dibungkus beludru berwarna biru. Dan sebuah surat yang terselip dibawah.
Surat dengan bentuk huruf yang sudah sangat aku hafal, tulisan Kyuhyun.
*Backsound : Yesung-Love really hurt*
‘Dear ma princess..
Rin-ah gendut annyeong..
Aku
ingin minta maaf padamu, kau tahu? Hahaha, kau pasti ingin tertawa
sekarang, jarang bahkan langka sekali aku minta maaf padamu.
Kau, teman, sahabat, dan.. kali ini aku harus jujur... aku mencintaimu.. bodoh sekalikan aku?
Mencintai gadis bodoh dan gendut sepertimu..
Bahkan aku sampai menangis menulis surat ini.. maaf kalau suratku sedikit acak-acakan..hehehe
Sebenarnya, aku tidak ingin pergi rin-ah,
Aku ingin disisimu.. melontarkan lelucon lucu agar kau bisa tertawa..
Maafkan aku.. kumohon..
Dan maaf aku lancang mencintaimu..
Dearest love,
Setan tertampan
Nb: tunggu aku kembali, Saranghaeyo :*
Aku..
aku.. tidak bisa mengatakan apa-apa.. Kyuhyun! Kau! Aku menangis lagi,
mendekap kakiku dan membiarkan diriku larut dalam tangisanku. Entah
berapa liter airmata yang sudah aku keluarkan untuk Kyuhyun. Dan
pernyataan kalau dia mencintaiku?! Rasanya aku ingin mencekik leher
orang itu. Kenapa dia tidak mengatakannya secara langsung, kenapa dia
menyembunyikannya? Kenapa? Kenapa?
Apa kau tahu Kyu? Aku juga mencintaimu! Tapi aku tak ingin merusak persahabatan kita.. aku bodoh Kyu.. aku bodoh!
-----
#6 years later... January 21st 2012
Hari ini aku mengunjungi pohon ek disekolahku dulu. Sudah 3 tahun yang
lalu aku lulus. Dan sekarang aku melanjutkan kuliah di Kyunghee jurusan
desain dan mode. Kenangan-kenanganku dengan namja sialan bernama cho
Kyuhyun itu tak bisa hilang, meskipun aku sudah berusaha melupakannya.
Hari ini, tepat 17 tahun kita sudah berteman.. entahlah apa dia masih
mengganggapku sebagai temannya.
Aku duduk di
bawah pohon ini dan merasakan hembusan angin musim semi yang cukup
dingin. Perlahan aku menutup mataku,sambil menggenggam kalung dandelion
yang Kyuhyun berikan 6 tahun lalu saat dia pergi. Dan bayangan bayangan
17 tahun lalu terulang dalam memoriku.
-FLASHBACK *April 5th 1995*
Saat itu umurku masih 6 tahun. Hujan sedang turun dengan deras, petir
kadang menggelegar dengan sangat kencang. Aku menangis didepan gereja,
hari itu hari minggu dan aku baru saja selesai sekolah minggu. Eomma
belum menjemputku dan aku lupa membawa payung. Aku menangis sambil
berteduh disamping gereja. Rok yang kupakai sudah basah. Aku terus
menangis dan menyebut eomma pelan.
“hey, kau kenapa?”
seorang anak laki-laki mendekatiku. Sepertinya dia juga kehujanan.
Rambut dan pakaiannya juga basah.
“eommaa...eomma..” aku masih menangis.
“uljima.. sebenta lagi pasti eommamu datang.. sudahlah jangan menangis,”
Anak
itu memberikan sebuah permen lolipop padaku. Aku hanya diam dan tidak
mengambil lolipop itu. Dia menghela nafas dan menaruh permen itu di saku
bajuku.
“Kyuhyun.. Kyu?!” seorang ahjumma berlari
kecil sambil meneriakkan nama seseorang. Anak laki-laki itu menoleh pada
ahjumma itu.
“eomma!”
“Kyu! Aigoo! Kau kemana saja? Aish, apa kau hujan-hujanan.? Anak nakal.. ayo pulang!”
“eomma!! .. tadi aku bermain disekitar sini, tapi malah lupa jalan
pulang dan tersesat, juga aku bertemu dengannya..” anak itu menunjukku
yang masih sedikit menangis.
Aku sedikit ketakukan melihat ahjumma itu. Sepertinya dia akan memarahiku.
“astaga, anak manis.. apa kau belum dijemput eommamu?” ahjuma itu membelai pipiku pelan. aku mengangguk.
“di mana rumahmu?” tanya lagi. Aku menggeleng. Aku tidak tahu karena aku baru pindah kemari seminggu yang lalu.
“baiklah, kau kerumah ahjumma saja ya.. oh iya siapa namamu?”
“Lee Hyo rin”
“kajja hyorin-ah,” anak laki-laki itu menggandengku dan mengajakku pulang kerumahnya.
-FLASHBACK END
Aigoo.. entah kenapa kenangan itu mengalir sangat segar di ingatanku.
17 tahun bukanlah waktu yang singkat. Aku menghela nafas singkat,
kembali menandang taman disekitarku. Tak banyak yang berubah dari taman
ini. Nyaris sama seperti 3 tahun yang lalu.
“Rin-ah..”
Suara yang sangat familiar ditelingaku. Donghae oppa, namja yang sudah
mengisi hari-hariku dengan senyum manis dari bibir tipisnya. Dia duduk
disampingku dan memberikan sekaleng coke dingin padaku. Aku menerimanya
dengan sedikit enggan, namun aku tersenyum tulus karena perhatiannya.
“dari mana oppa tahu aku disini?” tanyaku tanpa memandangnya. Terdengar helaan nafas yang cukup berat.
“setiap tahun sejak 3 tahun lalu, kau selalu kemari bukan? Dan selalu
di tanggal yang sama, benarkan??” pernyataannya benar-benar tepat
sasaran.
“Ne, benar sekali oppa.. hahaha.. maaf aku
tidak pernah cerita padamu..”Aku tertawa sumbang. Dia kembali tersenyum
dan menggenggam tanganku, terasa dingin. Aku sedikit gelagapan menerima
perlakuannya. Aku segera melepaskan genggaman tangannya.
Meraba dahi pria tampan didepanku. Panas sekali.
“Astaga oppa.. kau sakit?” aku kembali meraba keningnya, namun segera dia melepaskannya.
“hanya flu ringan, gwaenchana..” dia kembali tersenyum. Dia menangkup
wajahku dengan kedua tangannya, dia menatapku dengan lekat. Tersirat
sebuah kesedihan disana.
“oppa..” lirihku.
Donghae
melepaskan tangkupan tangannya, kemudian merebahkan dirinya
direrumputan. Angin bertiup cukup kencang, aku segera melepaskan
sweaterku dan menyelimutkannya pada Donghae.
“Gomawo, maafkan aku hyorin-ah..” dia membuka matanya dan tersenyum menatap langit biru yang terbentang luas.
“maaf? Untuk apa?” aku ikut merebahkan diri disampingnya. Dia
memiringkan badannya sehingga bisa melihatku, aku juga melakukan hal
yang sama.
“mengikutimu selama 3 tahun.. hahaha..
bukan waktu yang mudah bukan? Kau bahkan harus berurusan dengan
fans-fansku..” dia tersenyum lagi. Aku kadang berpikir apa dia tidak
lelah tersenyum terus untukku? Aku kadang terharu dengan sikap manisnya.
Bahkan dia tidak bertanya kenapa aku selalu kemari tiap tanggal yang sama.
“rin-ah, kau punya waktu besok? Aku ingin mengajakmu menjemput anak teman ayahku. Kau bisa?”
“baiklah.”
Kami berdua menghabiskan waktu dia taman ini sambil terdiam dengan pikiran masing-masing.
-*-
Esoknya
aku bangun dengan sedikit malas. Untunglah satu minggu ini aku libur.
Dosen-dosenku sedang berwisata keluar negeri. Tingkah mereka mirip anak
TK. Menggelikan. Pesan singkat masuk ke ponselku
From : Odong oppa^^
Jam 11 siang aku kerumahmu. Sampai jumpa nanti : )
Aku
tersenyum singkat dan mandi. Selesai mandi aku turun kebawah untuk
sarapan. Appa dan eomma sudah bercerai 2 tahun lalu, dan itu karena
desakanku. Mungkin kedengarannya aku sangat egois dan durhaka. Tapi aku
sudah tidak tahan. Dirumah juga sepi sekali.
Eomma pasti
sudah pergi lagi. Setelah bercerai dengan appa, eomma selalu saja pergi
dan malah jarang pulang. Aku tak terlalu terkejut dengan sikapnya.
Bahkan aku bersyukur karena aku tak perlu mendengarkan acara
marah-marahnya.
Aku melirik kulkas didapur. Hanya ada
beberapa potong roti, sebuah camilan jumbo dan satu botol penuh bubble.
Aku mengambil semuanya kemudian membawa semuanya keruang tivi. Aku
menyalakan tivi dan menganti channel-channel yang membosankan.
TING TONG
Bel
rumah berbunyi, pasti Donghae oppa. Aku belum ganti baju. Segera aku
membuka pintu, Donghae sudah berdiri dengan senyum mengembang. Dia masuk
dan duduk di sofa. Aku merengut kesal.
“ikan mokpo, harusnya kau jangan masuk dulu.. aku kan belum menyuruhmu masuk!” ikan itu hanya tertawa.
“hahaha.. bukankah aku sudah biasa seperti ini? Hahaha..” dia terus tertawa.
“maka dari itu kau harus mengubah sifatmu itu..”
Aku bergegas keatas untuk ganti baju. Tentu saja meninggalkan donghae yang masih tertawa. Aish.. dasar ikan..
#Incheon International Airport
Aku dan Donghae menunggu sambil sesekali bercanda. Namun pikiranku
melayang pada Kyuhyun. Bagaimana kabarnya sekarang. Setanku.. ah aku
bukanlah siapa-siapanya.
“Ah itu dia.. Kyuhyun-ah!”
Donghae berdiri dan berlari kecil menuju seorang pria berperawakan
tinggi dengan sebuah koper hitam. Tunggu! Kyuhyun?! Dia? Kyuhyun. Aku
bisa merasakan mataku memanas, dadaku sesak dan bibirku kelu. Mereka
berdua berjalan mendekatiku.
“Hyorin-ah, ini temanku Kyuhyun”
Aku
memandangnya lekat. Tak ada yang beerubah dari namja didepanku ini.
Hanya saja dia semakin tinggi dari saat dia pergi 6 tahun yang lalu. Dia
balas menatapku.
“Rin-ah, lama tak bertemu” dia menghambur memelukku. Aku menangis sejadi-jadinya. Pertemuan yang tak terduga.
-*-
Kami bertiga pulang menuju rumahku. Tak ada yang berbicara. Hanya ada
deru mobil yang memecah keheningan kami. Sampai dirumahku aku segera
kedapur. Sedangkan Donghae dan Kyuhyun duduk diruang tamu. Aku
membawakan air dingin dan beberapa camilan kesukaan Kyuhyun, ah, kenapa
otakku masih saja dipenuhi olehnya.
“Maaf aku lama” aku duduk di sofa tunggal. Kami terdiam cukup lama.
“Rin-ah, jadi kau dan Kyuhyun..” Donghae memecah keheningan.
“Dia sahabatku, maaf aku tidak cerita padamu oppa”
Donghae mengangguk pelan. Kyuhyun? Dia hanya diam. Namun..
“apa donghae hyung itu namjachingumu?” aku menatap kyuhyun dengan mata
terbuka (?) sempurna. Donghae juga, dia terlihat sama denganku.
“a..anio.. dia hanya temanku.. kami teman dekat..”
Kyuhyun terlihat sedikit terkejut. Namun ekspresinya juga sedikit sebal. Kenapa setan ini?
“Kukira kau dan Donghae hyung pacaran” terlihat nada tidak suka dalam
kata-katanya. Giliran Donghae yang terlihat terkejut. Dia menggaruk
tengkuknya.
“Aniyo.. aku sedang menunggu seseorang”
sangkalku, eh?! YA! Rin babo kenapa aku jujur sekali. Aish! Lihat lihat1
wajah Kyuhyun berubah jadi setan.. bencana besarrrrrr!
“oh ya Kyu, kau mau tinggal dimana?” donghae segera membuat suasana seperti semula.
“dirumah Hyorin, aku rindu sekali pada sahabat gendutku ini!” kyuhyun
tertawa setan. Aku hanya bisa mendengus pelan. masih bisa dia melawak
(?) disaat seperti ini. Kupastikan dia akan jadi perkedel saat kembali
pulang ke Paris!
“mwo? Kau mau tinggal disini?” tanyaku kaget. Aish! Aku pasti mati kutu karena selalu kalah dengan setan sialan ini.
“eo, wae? Tidak boleh?” kyu memajang (?) wajah setan. Hey.. aku bosan dengan wajahmu yang selalu seperti itu!
“bukan begitu ta..”
“berarti aku boleh tinggal kan? Arraseo.. hyung, aku menginap disini
saja..” dia tersenyum evil dengan amat sangat lebar #plak. Donghae hanya
tertawa melihat tingkah kami. Aku hanya bisa menggigit bibirku. Kenapa
aku selalu kalah jika berdebat dengan namja ini?! Menyebalkan >
“baiklah,
kau boleh saja tinggal disini, asalkan kau tidak macam-macam pada
hyorin..besok aku kemari lagi, rin-ah aku pulang ya, jaga dirimu”
Donghae keluar sambil mengacak pelan rambutku, aku tersenyum. Namun saat
dipintu, kyu berteriak dengan lantang..
“AKU TIDAK JAMIN DIA MASIH UTUH BESOK HYUNG.. HAHAHAHAHAHA” kyu tertawa. Aku memandangnya sebal.
“YA! Oppa! Jangan dengarkan setan ini!” teriakku tak kalah lantang.
Sekarang tinggal aku dan kyuhyun, dia melangkah menelusuri ruangan-ruangan dirumahku. Aku mengikutinya dari belakang.
“banyak yang berubah,” gumannya.
“Apanya?” tanyaku ketus.
“Semuanya, bahkan yang punya pun sudah berubah.” Dia melipat tangannya sambil mengamati seluruh rumahku.
“Dasar, sudahlah, aku mau masak..”
“Buatkan aku cream sup!”
Enak sekali dia.. memerintah seenaknya.. aish!
-*-
Memasak adalah hal yang aku sukai, tapi makan adalah yang paling aku
sukai hehehe XD #author banget. Dan sekarang aku sedang mamasak sup
rumput laut. Sebenarnya tidak ada yang ulang tahun sih.tapi sudahlah..
namun, aku merasakan tangan melingkar di pinggangku.
‘DEG
DEG
DEG
Aku menoleh kebelakang. Kyuhyun!
“YA! Lepaskan! Kau ini!” aku segera melepas pelukannya, namun dengan
sigap dia kembali melingkarkan tangannya. Baiklah aku menyerah, evilnya
pasti sedang kambuh jadi kubiarkan saja.
“Kau tak marah?” tanyanya, kini dia meletakkan dagunya di pundakku.
“aku sangat marah Cho setan pencium pantat kucing!” aku merasakan
dadaku sesak, perlahan aku mulai menangis dalam diam. Sepertinya kyu
tidak sadar aku menangis.
“jinjja?” dia membalikkan
tubuhku. Sekarang dia bisa melihatku yang sedang menangis. Dia kaget dan
segera menghapus airmataku.
“rin-ah, gwaenchana? Uljima..” dia menarikku kedalam pelukannya, namun aku segera mendorong dadanya.
“Waeyo kyu? Kenapa kau tak pernah menghubungiku? Waeyo? Waeyo? Hiks..”
aku menangis lebih keras, menumpahkan semua emosiku yang ku pendam
selama 6 tahun untuk kyuhyun. Hatiku terasa sangat sesak jika mengingat
dirinya. Rasanya lututku lemas jika mengingat senyum setannya. Hanya
menangis yang aku bisa.
“Rin-ah...”
“apa kau tahu rasanya aku ingin mati jika mengigatmu?! Hiks, ingin
sekali hiks aku memukulmu kyu! Aku benci padamu! Hiks..”
Kyuhyun
langsung mendekapku, membiarkanku menangis didadanya yang hangat. Kyu
mengelus kepalaku sembari menenangkanku. Entah berapa lama, aku merasa
sangat lelah dan semuanya gelap.
-*-
Aku terbangun pukul 3 sore, aku menatap sekitarku. Kamarku? Apa dia
membawaku kemari? Aku turun dari tempat tidur dan mencari kyuhyun.
“Kyu? Oddiga?” aku berteriak parau. Mungkin efek dari menangis dan
tidurku. Aku melihat kyuhyun duduk di taman belakang rumah. Perlahan aku
menghampirinya. Dia tersenyum samar sambil menatapku. Kecanggungan
menyelimuti kami.
“kyu, maafkan aku masalah yang tadi.. aku terbawa emosi..” ucapku. Tak ada yang berbicara. Hening.
“gwaenchana.. aku yang salah.. kau benar.. aku tidak menghubungimu..
aku takut kau marah padaku..” dia menghela nafas pelan. rasanya aku
ingin menangis kembali. Tapi, aku tidak ingin dia tau.
“aku tidak pernah marah padamu kyu.. “ aku mencoba tersenyum. Namun
rasanya sulit sekali untuk menarik kedua sudut bibirku. Kami terdiam
lama. Hanya semilir angin musim semi yang menerpa wajah kami. Jujur
saja, aku sangat merindukan momen seperti ini. Berdua dengan kyuhyun.
“Rin-ah, kau.. masih ingat dengan janjiku?” kyu menatap lurus kedepan.
Aku meliriknya. Sebuah senyum manis tercipta dari bibirnya.
“yang mana?” tanyaku heran.
“saat ulang tahunmu yang ke 7.. didepan gereja.. kau ingat?”
7 tahun? Ulang tahun? Gereja? Tunggu dulu.. sepertinya aku ingat..
FLASHBACK *January 7th 1996*
Kyuhyun menarikku keluar dari gereja sesaat setelah sekolah minggu
selesai. Aku hampir tersandung batu jika kyuhyun tidak menahanku. Aku
hanya menurut kemana dia membawaku, ternyata hanya sampai didepan
gereja. Nafasku sedikit tidak beraturan. Sedangkan kyuhyun tersenyum
tidak jelas.
“Kyuhyun-ah! Hosh hosh! Kenapa kau menarik-narikku?” tanyaku. Dia menyengir kuda (?)
“kau ingat yang tadi biarawati itu ajarkan pada kakak-kakak diruang
sebelah tempat kita kan?” terlihat kyuhyun sangat senang dan antusias.
Sepertinya ada yang dia rencanakan.
“em.. tentang
menikah? Ya babo! Itu untuk orang dewasa..” aku tidak mengerti apa
maksud ucapannya. Mungkin karena omongannya memang suka ngelantur
kemana-mana.
“tapikan kita juga pasti akan dewasa..”
“aku juga tahu itu kyuhyun -_-‘ “
Dia kembali nyengir kuda.
“nah karena itu, aku berjanji akan menikahimu saat kita sudah dewasa
nanti, aku berjanji..” kyuhyun mengangkat tangan kanannya seperti orang
yang sedang bersumpah. Aku hanya melongo.
“aku
berjanji” dia tersenyum dan menyodorkan jari kelingkingnya. Seperti
tertarik magnet, aku menautkan jariku pada jarinya.
“yaksok” ucap kami bebarengan
FLASHBACK END
Ingatan masa kecilku. Kyuhyun masih tak bergeming, ada perasaan hangat
yang menyelimutiku. Namun ada juga rasa khawatir jika tebakanku salah.
“Kyu,” aku mencoba untuk memanggil namanya, namun seperti ada sebuah
batu besar menghipit tenggorokanku, membuatku sulit untuk mengatakan
sesuatu.
“sebenarnya, aku kemari untuk menepati
janjiku saat kita berumur 7 tahun, jadi..” dia menggantungkan
kata-katanya. Aku bernafas lega, meskipun dia tidak mengatakannya secara
langsung tapi...
“menikahlah denganku.. dan ikutlah
ke paris..” dia memandang tepat di mataku. Rasanya batu yang mengganjal
di tenggorokanku menghilang begitu saja, lega sekali.
“apa kau baru saja melamarku?” tanyaku. Harusnya aku menjawab pernyataannya tanpa harus bertanya seperti ini..
“yeoja babo! Tentu saja.. hehhhh! Aku ingin mati saat mengatakannya
tadi! Dasar! Kau tidak tahu betapa gugupnya aku! Aish! Kenapa aku harus
menikah denganmu.. ah! Ini semua membuatku gila..!” dia mengacak-acak
rambutnya kesal. Ekspresinya benarbenar lucu. Membuatku tertawa.
“kau yang bodoh! Kenapa kau mau menikah denganku? Aku tidak mau menikah denganmu! Hahaha”
“mwo?“ mulutnya menggangga lebar. Aku tersenyum setan *pinjem bentar
yah kyuoppa* wajahnya berubah menjadi sendu. Aku masih ingin tertawa,
namun melihatnya seperti ini rasanya aku masih ingin mengerjainya..
hehehe XD
“mana ada melamar seorang gadis tanpa cincin dan bunga?” balasku
Dia merengut kesal.
“dan satu lagi, kau saja tidak bilang kalau kau mencintaiku” lanjutku
pura-pura marah. Sepertinya kesempatan langka membuatnya seperti ini.
Ekspresinya berubah lagi, sedikit kaget dengan pernyataanku.
“memangnya itu penting?” tanyanya lirih
“tentu saja, setan bodoh! Aku hanya mau menikah dengan orang yang aku
cintai, memang kau pikir aku mau mencintaimu?” godaku.
“huh.. jadi kau mencintai donghae hyung? Padahal aku mncintaimu.. huft” nada suaranya terdengar kesal dan cemburu.
“jadi begitu menurutmu? Yah..padahal aku hanya mencintai seseorang yang
sekarang ada disebelahku.. hehehe” ucapku sambil tersenyum. Kyuhyun
menatapku kaget.
-*-
Kyuhyun berdiri di depan dengan seorang pendeta dengan tuxedo hitam dan
kemeja putih gading terlihat sangat Tampan. Appa menggandengku menuju
altar, eomma tidak datang karena dia tidak mau bertemu appa. Konyol!
Padahal anaknya mau menikah. Kami menikah di gereja tempatku dan kyuhyun
berjanji dulu.
Appa menyerhkanku pada kyuhyun, dia tersenyum samar dan menggandengku kedepan pendeta.
“bersediakah engkau Tuan Cho Kyuhyun, dihadapan Tuhan kau menikahi Lee
Hyorin sebagai istrimu yang sah dan satu-satunya dalam suka dan duka,
sedih maupun senang, sehat maupun sakit?” tanya pendeta, kyuhyun
menghirup nafas pelan.
“ne, aku bersedia, dihadapan
tuhan aku menikahi Lee Hyorin sebagai istriku yang sah dan satu-satunya
dalam suka dan duka, sedih maupun senang, sehat maupun sakit.” Jawab
kyuhyun mantap. Kini pendeta itu beralih menatapku.
“bersediakah engkau Nona Lee Hyorin , dihadapan Tuhan kau dinikahi Cho
Kyuhyun sebagai suamimu yang sah dan satu-satunya dalam suka dan duka,
sedih maupun senang, sehat maupun sakit?” pertanyaan yang sama
dilontarkan padaku. Ku melirik kyuhyun. Dia tersenyum dengan wajahnya
yang tegang menunggu jawabanku.
“ne, aku
bersedia, dihadapan Tuhan aku dinikahi cho kyuhyun sebagai suamiku yang
sah dan satu-satunya dalam suka dan duka, sedih maupun senang, sehat
maupun sakit.” Jawabku.
Semua undangan bertepuk tangan riuh. Aku dan kyuhyun bernafas lega. Prosesi sakral sudah kami lalui dengan lancar.
“Kalian sekarang sah sebagai suami istri dihadapan Tuhan, silahkan sang
suami mencium istrinya” ujar pendeta. Aku kaget, cium? Aku menatap
kyuhyun. Dia tersenyum evil. Dia memajukan wajahnya dan mengerling nakal
padaku.
“Je t’aime..saranghae..”
-CHUP-
THE END
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Horeeeeee.. ffnya kelarrrrrrrr... hehehe gimana readers? Jelek yaaaa? U.u #authornangisdipojokan
pas mau akhir sengaja dicepetin.. odongnya ngilang gitu aja.. hehehehehehe XD
dan
Mungkin *kalo sempet* author mau bikin sequelnya, nyeritain ttg odong
oppaaa.. hehehe.. dan isinya ttg pertemuan pertama sama hyorin yang
engga diceritain disini.. hehehe XD
Ayo RCL..
silahkan kasih saran, kritik dan masukan.. buat referensi author di ff
selanjutnya.. author mau minta maaf juga kalo ffnya kurang memuaskan..
gamsahamnidaaaaa.. *bow bareng wookie
Nb: tolong tinggalkan jejak,don't be a silent readers guys!! :) review please :)
No comments:
Post a Comment